Why Personal Branding matters

Oh my World Wide Web! It is a Big World Out There, can’t you see or do you realize ? Let me guess, who even care ? Nobody!! Okay, allow me to describe here in our own B a h a s a  (=

Memamfaatkan ruang virtual atau dunia maya untuk mendukung usaha, profesionalisme dunia karir  maupun personal saja sudah banyak dilakukan oleh masyarakat di era teknologi modern ini. Mulai dari sekedar berbagi informasi, menjalin hubungan pertemanan, dan masih banyak latar belakang seseorang memiliki sebuah situs ataupun media sosial lainnya. Coba saja perhatikan dengan mencari nama anda di mesin pencari atau search engine, dan bagaimana sebuah aplikasi mesin pencari atau search engine mampu memberikan beragam informasi yang dibutuhkan atau tidak mengenai diri kita sendiri di kala kita memang memiliki beragam macam media sosial atau situs pribadi maupun komersil. Saran saya jangan lupa untuk mengamati lebih dalam lagi apakah hal tersebut diatas mencerminkan siapa anda sesungguhnya atau hanya basa basi saja supaya tidak kelihatan gaptek [baca: gagap teknologi]

Dalam kesempatan menulis topik  Why Personal Branding matters  ijinkan saya sedikit berbagi tips bagaimana pentingya masalah Personal Branding demi  tujuan apapun di kehidupan kita sehari hari.

Jangan abaikan keunggulan the World Wide Web yang dapat kita jadikan sebagai alat untuk promosi diri kita sendiri secara  profesional .  Beberapa tips mempromosikan diri secara profesional :

  • Mamfaatkan kesempatan tampil di dunia virtual / dunia maya sebaik, sejujur, semenarik menariknya dan selengkap mungkin >3>3>3>3>3  Mulailah berpartisipasi dalam sebuah obrolan di forum terbuka dan pengunjungya cukup ramai dan cenderung setia di media sosial manapun. Ingatlah, Selama anda berlaku yang sopan dan baik baik sajak saya yakin siapa pun akan membalas sapaan anda ataupun rela menjadi sukarelawan pengikut sejati anda .. Menarik bukan ? >__<
  • Tahukah bahwa dengan memiliki jaringan di dunia digital ini, membantu serta orang lain dalam melihat bahkan perusahaan tempat anda bekerja dapat menilai lebih dalam lagi mengenai latar belakang anda, mengkategorikan status strata kelas sosial anda, golongan kepribadian anda, tingkat kepintaran anda, dan hal hal lain yang sejenis nya
  • Berkaitan dengan pernyataan di poin sebelumya, hindari penggunaan media sosial sebagai arena katarsis atau loose self control, pelepasan diri untuk hal hal yang negatif. Dan secara awam orang lebih sering merespon kepada hal hal negatif tentang kita dibandingkan hal hal positif. Tetapi menurut saya, kembali kepada kepribadian orang tersebut. Jika anda seorang p r o f e s i o n a l, maka sebaiknya anda dapat mengantisipai kemungkinan buruk yang dapat terjadi dengan tidak menyebarkan hal negatif yang dapat berdampak buruk pada reputasi kita masing masing.
  • World Wide Web sangat memberikan kemungkinan yang positif bagi kita semua untuk melakukan hampir semua hal yang ingin kita lakukan, baik itu impian maupun untuk mendukung pekerjaan kita sehari harinya.

Jadi sedikit info yang dapat membantu adalah mamfaatkanlah sebaik mungkin kemampuan Personal Branding di bentuk media apapun sebaik baiknya, terutama  social media. Be Positive and Be Persistence ! Mamfaatkan sebaik mungkin sedikit dikitnya informasi yang dapat anda bagi bersama untuk hal positif  seperti menjalin networking maupun hubungan pertemanan dengan sesama manusia. So yes , according to it Personal Branding matters and Let’s dive into the web !

Iklan

A Beautiful Cloud

Welcome to Cloud computing. Selamat datang di dunia menghitung awan (: Secara harfiah Cloud diartikan sebagai ” awan ” dan Computing diartikan sebagai ” menghitung ” , jadi Cloud Computing adalah  “menghitung awan” pengertian yang ditangkap langsung oleh sebagian orang yang awam sementara yang tidak awam dengan hal ini berikut penjelasannya.

Menurut sumber dari wikipedia, Cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi [hardware dan software] yang diwujudkan dalam bentuk layanan yang bisa diakses melalui jaringan [biasanya internet]. Asal kata “Cloud” diambil dari penggunaan simbol berbentuk awan yang sering digunakan sebagai abstraksi penggambaran atau visualisasi infrastruktur kompleks yang dikandungnya dalam sebuah sistem.

Secara sederhana tentang Cloud Computing dapat dikatakan sebagai sumber daya komputasi [hardware dan software] yang bisa diakses melalui sebuah jaringan berarti sebuah perusahaan atau individu tidak perlu lagi terhambat pada perangkat keras atau hardware atau pun software jika mana membutuhkan suatu alokasi komputasi. Perusahaan tersebut atau pun individual bisa menyewa tanpa harus memiliki dan bisa menggunakan kapanpun dan dimanapun selama bisa terkoneksi dengan sebuah jaringan [internet] yang disediakan oleh Cloud Computing Service Provider [CCSP].

Lebih mudahnya lagi analogi dari Cloud Computing ini adalah layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara [PLN]. Untuk bisa menikmati listrik di rumah, konsumen tidak perlu mendirikan infrastruktur berupa pembangkit listrik sendiri bukan? Yang perlu konsumen lakukan adalah mendaftar kan diri nya sendiri ke PLN untuk berlangganan.

Selanjutnya, untuk memakai layanan listrik tersebut, selaku konsumen/pelanggan, kita tidak perlu pusing untuk memikirkan cara PLN memenuhi kebutuhan listrik di rumah kita. Yang terpenting, lis­trik menyala untuk kebutuhan sehari-hari dan setiap bulannya kita tinggal membayar sesuai pemakaian. Untuk itu, consumer/pelanggan tidak perlu mengetahui secara detail cara PLN melakukan perawatan infrastruktur dan sejumlah alat-alat pendukung lainnya.

Analogi tentang layanan listrik yang diberikan oleh PLN tersebut diatas adalah visualisasi sederhana dari yang namanya layanan Cloud Computing  #>3>3>3

Ketika NIST [National Institute of Standards and Technology – http://www.nist.gov] yang merupakan salah satu bagian dari Departemen Perdagangan di Amerika Serikat mendefinisikan Cloud Computing sebagai model yang memungkinkan kenyamanan, akses jaringan on-demand untuk memanfaatkan bersama suatu sumber daya komputasi yang terkonfigurasi [jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan], dan dapat secara cepat diberikan dengan upaya manajemen yang minimal atau interaksi penyedia layanan. NIST juga menjelaskan bahwa ada lima karakteristik sehingga sebuah sistem  bisa disebut sebagai Cloud Computing, yaitu Resource Pooling, Broad Network Access, Measured Service, Rapid Elasticity, dan Self Service. Ijinkan saya juga belajar lebih dalam lagi dalam memahami arti dan maksud daripada Cloud computing ini bersama anda semuanya #.>3>3>3

Resource Pooling adalah Sumber daya komputasi [storage, CPU, memory, network bandwidth, dan sebagainya) yang dikumpulkan oleh penyedia layanan [service provider] untuk memenuhi kebutuhan pelanggan/konsumen [service consumers] dengan model multi-tenant. Sumber daya komputasi ini bisa berupa sumber daya fisik ataupun virtual dan juga bisa dipakai secara dinamis oleh para pelanggan/konsumen untuk mencukupi kebutuhannya.

Broad Network Access adalah  Kapabilitas layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dan sebagainya.

Measured Service adalah Tersedia layanan untuk optimalisasi dan memonitor layanan secara otomatis. Dengan monitoring sistem, konsumen/kita bisa melihat jumlah resources komputasi yang telah dipakai, seperti bandwidth , storage, processing, jumlah pengguna aktif, dan sebagainya. Layanan monitoring ini merupakan bentuk transparansi antara penyedia layanan dengan konsumen.

Rapid Elasticity adalah Kapabilitas layanan yang diberikan oleh provider bisa digunakan oleh konsumen secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Konsumen dapat dengan mudah meminta kapasitas layanan untuk dinaikkan atau diturunkan. Bagi konsumen, kapasitas layanan yang disediakan ini seolah tidak terbatas dan konsumen dapat memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat

Self Service adalah Konsumen bisa mengonfigurasi secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah sistem tanpa interaksi dengan pihak penyedia layanan. Untuk itu, konfigurasi layanan yang dipilih harus tersedia saat itu juga secara otomatis.

Untuk itulah, kelima karakteristik Cloud Computing yang disebutkan diatas oleh NIST harus ada di dalam penyedia layanan [service provider] jika ingin sistem yang dikembangkannya disebut sebagai layanan Cloud Computing.

Layanan Cloud Computing
Setelah dijabarkan mengenai lima karakteristik yang terdapat di dalam sistem layanan Cloud Computing, NIST juga membagi jenis layanan Cloud Computing menjadi tiga. Ketiga layanan Cloud Computing tersebut adalah Software as a Service [SaaS], Platform as a Service [PaaS], dan Infrastructure as a Service [IaaS].

Software as a Service [SaaS]: Melalui layanan jenis ini, pengguna dapat menggunakan software yang telah disediakan oleh penyedia layanan [service provider]. Oleh karena itu, pelanggan hanya perlu mengetahui bahwa software yang digunakan bisa berjalan dengan baik dan optimal. Contoh layanan SaaS adalah Office 365, GMail, Yahoo! Mail, Facebook, Twitter, dan sebagainya.
Keuntungan jika menggunakan layanan ini adalah kita tidak perlu membeli lisensi software lagi. Untuk itu, kita bisa berlangganan ke penyedia layanan dan membayarnya berdasarkan pada pemakaian.

Platform as a Service [PaaS]: Layanan yang memungkinkan pengguna bisa menyewa “rumah” berikut lingkungannya [sistem operasi, network, database engine, framework, dan sebagainya] untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Oleh karena itu, pelanggan tidak perlu repot untuk menyiapkan “rumah” dan melakukan pemeliharaan yang sudah menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Contoh layanan PaaS adalah Heroku, Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine

Keuntungan dari PaaS, pengembang atau pengguna dapat fokus pada aplikasi yang sedang dikembangkan. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu repot memikirkan “rumah” untuk aplikasi yang dikembangkan.

Infrastructure as a Service [IaaS]: Layanan Cloud Computing yang memungkinkan pengguna menyewa infrastruktur IT penyedia layanan [unit komputasi, storage, memori, network, dan sebagainya]. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini dianalogikan seperti kita menyewa komputer yang masih kosong. Untuk itu, kita sendiri yang harus mengonfigurasi komputer tersebut sesuai de-ngan kebutuhan. Contoh layanan IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dan sebagainya.

Keuntungan dari IaaS adalah kita dapat dengan leluasa me­ngon­figurasi komputer virtual yang disewa. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut mengalami kelebihan beban, kita bisa menambahkan CPU, RAM, atau Storage dengan segera.

Deployment Model Cloud Computing

Menurut NIST, ada empat deployment model Cloud Computing, yaitu Public Cloud, Private Cloud, Hybrid Cloud, dan Community Cloud.

Public Cloud: Layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada.

Private Cloud: Layanan ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal sebuah perusahaan. Biasanya, departemen IT berperan sebagai penyedia layanan dan departemen lain menjadi pengguna. Di sini,  penyedia layanan harus bertanggung jawab sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada.

Hybrid Cloud: Gabungan dari Public Cloud dan Private Cloud yang diimplementasikan oleh suatu perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, Anda bisa memilih proses bisnis yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Community Cloud: Layanan yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu dan penggunanya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama, misalnya standar keamanan, aturan, compliance, dan sebagainya. Community Cloud bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu pihak atau lebih dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya.

Jenis Layanan Cloud Computing
Setelah dijabarkan mengenai lima karakteristik yang terdapat di dalam sistem layanan Cloud Computing, NIST juga membagi jenis layanan Cloud Computing menjadi tiga. Ketiga layanan Cloud Computing tersebut adalah Software as a Service [SaaS], Platform as a Service [PaaS], dan Infrastructure as a Service [IaaS].

Software as a Service [SaaS]: Melalui layanan jenis ini, pengguna dapat menggunakan software yang telah disediakan oleh penyedia layanan [service provider]. Oleh karena itu, konsumen/pelanggan hanya perlu mengetahui bahwa software yang digunakan bisa berjalan dengan baik dan optimal. Contoh layanan SaaS adalah Office 365, GMail, Yahoo! Mail, Facebook, Twitter, dan sebagainya.
Keuntungan jika menggunakan layanan ini adalah Anda tidak perlu membeli lisensi software lagi. Untuk itu, kita bisa berlangganan ke penyedia layanan dan membayarnya berdasarkan pada pemakaian.

Platform as a Service [PaaS]: Layanan yang memungkinkan pengguna bisa menyewa “rumah” berikut lingkungannya [[sistem operasi, network, database engine, framework, dan sebagainya] untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Oleh karena itu, pelanggan tidak perlu repot untuk menyiapkan “rumah” dan melakukan pemeliharaan yang sudah menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Contoh layanan PaaS adalah Heroku, Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine

Keuntungan dari PaaS, pengembang atau pengguna dapat fokus pada aplikasi yang sedang dikembangkan. Dengan kata lain, pengguna tidak perlu repot memikirkan “rumah” untuk aplikasi yang dikembangkan.

Infrastructure as a Service [IaaS]: Layanan Cloud Computing yang memungkinkan pengguna menyewa infrastruktur IT penyedia layanan [unit komputasi, storage, memori, network, dan sebagainya]. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini dianalogikan seperti user menyewa komputer yang masih kosong. Untuk itu, user sendiri yang harus mengonfigurasi komputer tersebut sesuai dengan kebutuhan. Contoh layanan IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dan sebagainya.

Keuntungan dari IaaS adalah user dapat dengan leluasa me­ngon­figurasi komputer virtual yang disewa. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut mengalami kelebihan beban, user bisa menambahkan CPU, RAM, atau Storage dengan segera.

Deployment Model Cloud Computing

Menurut NIST, ada empat deployment model Cloud Computing, yaitu Public Cloud, Private Cloud, Hybrid Cloud, dan Community Cloud.

Public Cloud: Layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum. Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada.

Private Cloud: Layanan ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan internal sebuah perusahaan. Biasanya, departemen IT berperan sebagai penyedia layanan dan departemen lain menjadi pengguna. Di sini,  penyedia layanan harus bertanggung jawab sesuai dengan standar kualitas layanan yang telah ditentukan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi yang ada.

Hybrid Cloud: Gabungan dari Public Cloud dan Private Cloud yang diimplementasikan oleh suatu perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, user bisa memilih proses bisnis yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses bisnis yang harus tetap berjalan di Private Cloud.

Community Cloud: Layanan yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu dan penggunanya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama, misalnya standar keamanan, aturan, compliance, dan sebagainya. Community Cloud bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu pihak atau lebih dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari keduanya.

Percaya atau tidak sampai dengan saat ini saya sendiri terus berusaha keras belajar untuk dapat memahami mengenai Cloud computing ini  [=

DailyQuote 

” Technology help changing the way people view, share and work with today’s information “

Source (:  

Gambar

 cloudpicturesourceclickhere 

I’m not hater, You’re just stupid.

Actually the writing doesn’t belong here. But since I am a human, so I’m appending here instead. Pick one love or money or money or love or both ? It’s a simple line of question with no brain needed to answer it. To me I’ll take honesty above all. I don’t rate L O V E read love, but we all do love money and very much money love. The first thing for me is honesty, money, respect, family, friends and the last but not least is relationship which..you all called love (I don’t rate L O V E).

Dear self, You have always choose money rather than your family and your friends specially your relationship and you have been very much comfortable with it, like there no others like you who can be so honest relating to what you love most and how it love you back.  You absolutely  have no doubt in your self for having high standards, believes and great expectations.  So I guess I am money, I  change hands like a dollar bill that’s been robbed by a lamp and a genie appeared and cried loudly..with volume, the tears were all for my self and that’s where all went wrong.

Permanently, I have to understand that unfortunately most people lacks of self awareness and you too should really keep that in your mind as we are all heading to the next level of our growing up period process, will meet people that will hate you for everything that you do better above them in every part of  your life including the .. R E LA T I O N S H I P. You’ll meet them (b***h, b****s) in every edge, young or old, men or women, the BFF or just friend.  Whatever is on my mind, I just say it as  I  F E E L it.  I’m truthful to myself. I’m young and I’m old, I’ve been B O U G H T  and I’ve been S O L D  S O  M A N Y times including my ..R E L A T I O N S H I P. I’m hard face, I’m gone. I’m just like you specially when my feelings H U R T.

So it’s not wrong for me to choose M O N E Y over R E LA TI O N S H I P. Nothing seem to be taken care from a friend, they will hurt you in the end without you notice it.  Guess what my friend, I knew it and that doesn’t mind me at all. I’ m just writing this to let you know that I know and I respect to whatever you decide. To me, it’s more about having the courage to be honest with yourselves and those you care about. Though lately, I’m starting to wonder if this is too much to ask of others.

Stupid selfish female ! When Y O U  are single, your problem is not the M E N! Simply, you need to learn how to properly play the game. At the end of the day, females are treated the way they present themselves.  It’s the fine line between high maintenance and easy going! Yes, Y O U !! I don’t sleep around with my BF friend while I am single and wasn’t expect to f**k around boys,  have a one night stands or thinking having s*x on the first date. I really don’t have time or thinking wasting  mine or his time ! Conversely, my days are jam fully packed ! Take a step back and look at yourself, are Y O U busy enough ???  Well said than ! Though now I think about it, frustrated females like YOU , make a WOMAN like me a catch. Well perhaps I shouldn’t post this s**t  !!

 

 

 

 

Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia

Internet di Indonesia tumbuh sedemikian pesat dengan potensi pangsa pasar yang masih sedemikian luas untuk berkembang. Tercatat sampai dengan hari ini saya menulis, di Indonesia ada sekitar 50 juta pengguna Internet , 70 persen diantaranya mengakses dari perangkat elektronik digital berupa telepon genggam/ponsel. Dengan pasar telepon genggam/ponsel yang saat ini sudah mencapai 250 juta perangkat handsets aktif dan angka penjualan perangkat elektronik digital/handsets kini sudah mencapai hampir 100 juta unit per tahunnya, Indonesia merupakan pasar luar biasa menggiurkan untuk aplikasi konten Internet. Hal Ini belum memperhitungkan jumlah perangkat elektronik digital lainnya seperti komputer desktop yang terhubung ke Internet maupun pesawat televisi yang semakin hari sudah mengalami kemajuan teknologi pesat dimana dapat menampilkan tidak hanya siaran televisi konvensional tapi juga siaran televisi berupa konten Internet berikut beragam aplikasinya.

Begitu menarik bangsa ini, sebagai salah satu potensi pasar perangkat elektronik digital di wilayah negara Asia yang sangat menggiurkan selain karena jumlah pasar yang cukup besar juga karena perilaku pasar yang begitu sangat adaptif terhadap tersedianya berbagai hal-hal  baru di Internet. Hal ini terlihat dari peringkat pengguna asal negara Indonesia di situs-situs maya dunia yang selalu mendominasi seperti peringkat 4 untuk akses jaringan situs sosial Facebook, dan peringkat 5 akses jaringan situs sosial Twitter.

Gambar

Kebanggaan kita terhadap hal tersebut diatas, disayangkan tidak diikuti dengan kesadaran untuk segera menyiapkan konten bersifat lokal untuk menyerap pasar melimpah tersebut. Akibatnya, konten asing lah yang secara agresif mendominasi/merebut pasar Indonesia yang sampai hari ini bernilai jutaan dollar per harinya dan akan terus meningkat sejalan dengan tumbuhnya pengguna Internet Indonesia seperti terlihat dari alex ranking di bawah ini. Jika dikapitalisasikan dengan nilai pasar, maka nilai pasar pengguna/user internet indonesia per hari ini kurang lebih melebihi angka 5 milyar US dollar.

Gambar

Dengan latar belakang tersebut diatas maka yang perlu diperhatikan adalah :

  • Mensosialisasikan pengguna Internet Indonesia bahwa setiap klik pengguna/user  sangat berarti bagi Industri Internet Indonesia
  • Memotivasi berbagai pihak mulai dari anak-anak, pelajar hingga dewasa dalam turut serta berkreasi dalam membuat konten Internet yang unik serta membantu mereka/ pembuat konten dalam mewujudkan setiap ide dan menerapkan keahliannya sehingga menjadi konten/aplikasi lokal yang mudah, gampang diterima dan dimengerti dengan mamfaat yang baik untuk dapat digunakan, diakses maupun diunduh oleh user/penggunanya.
  • Saling mendukung antara pembuat konten hingga menjadi suatu simpul penghubung dan mensinergikan seluruh aspek yang dapat mendukung Industri Internet di Indonesia untuk dapat saling bekerjasama memberikan manfaat yang positif bagi siapapun user/penggunanya.
  • Berkomunikasi dan bersinergi dengan penyedia konten dan aplikasi dari luar Indonesia agar dalam usahanya bertransformasi merambah pasar Indonesia juga dapat memberikan dampak positif  juga memberikan nilai tambah bagi Industri Internet di Indonesia.
  • Bermitra dengan pemerintah agar pemerintah melalui kebijakan kebijakannya dapat membantu menumbuh kembangkan Industri Internet Indonesia

Sumber (:

From a Sales Point of View

At the last 3 year, I created a list of resolution, achievement that I have to achieve include the quotes to guide and inspire me for the whole thirty six months working on the hard stuff all by my self ! Cherish my vision, my dream as they are the children of my soul, the blueprints of my ultimate achievements. The key to get to where you want to put your self is to focus on our self conscious mind on things we desire.. not things we fear ! The success word mean is getting what you want…Aside happiness is wanting what you get, don’t mixed them up ! When you’re playing the game, you will only find obstacles and obstacles and another obstacles and still many many many more obstacles ! However, obstacles are necessary to overcome problems as in all types of careers is importance, such selling! Victory comes only after many struggles and countless defeats, from a sales point of view ! Learn culture, not the people ! A mediocre person tells. A good person explains. A superior person demonstrates. A great person inspires others to see for themselves ! It’s something that I need to learn everyday, just like I am taking care of my own body as the only place where I live. I really want to start this year with a huge burst of motivation for my self as a guide and pretending lesson that inspire me!

Life will be, at any point, exactly what we program it to be. Yesterday does not have the power to determine our today. Every situation is a challenge to rise to the occasion.
Whomever it is I was born to be, whatever yours or mine soul was encoded to accomplish, whatever lessons you and I were born to learn, now is the time to get very serious and get going. The more seriously we take life, the more seriously life will seem to take us. What worries you masters you. It is your thoughts, and mine thoughts alone, that determine what’s possible for us now. It’s time to proactively reach beyond any predetermined formulas you, mine or anyone else might have for what’s “possible” at this time in our life.

At the end no matter what did or did not happen in our past …. the present remains an endless fount of miraculous opportunities !

I have an equation : Being lucky = Believing yourself.

Reminds me to dream big, to hope, and to never lose a sense of childlike wonder at the world (^,^)

 

 

 

The Top Ten Lessons Steve Jobs Taught Us and me

A three or four months ago, I wrote a post about great words from our great great heroes Mr Steve Jobs, who kept me practicing (ALWAYS) what I preach , here’s another additional Top Ten Lessons Mr Steve Jobs has taught us. To me there are 3 major to take aways :

1. Do what you love
2. Dream big
3. Connect the dot

Here’s the re-review:
1. Marrying Art and Science . SJ has always pointed out that the biggest difference between Apple and all the other computer (and post-PC) companies through history is that Apple always tried to marry art and science.  He pointed out the original team working on the Mac had backgrounds in anthropology, art, history, and poetry .That’s always been important in making Apple’s products stand out.  It’s the difference between the iPad and every other tablet computer that came before it or since.  It is the look and feel of a product.  It is its soul (love this attitude!) But it is such a difficult thing for computer scientists or engineers nowadays to see that importance, so any company must have a leader that sees that importance. Noted that the left and right brain of human never left outside track, people!  Got to stay close and stick to combination.

2. To create the future, you can’t do it through focus groups – There is a school of thought in management theory that — if you’re in the consumer-facing space building products and services — you’ve got to listen to your customer.  SJ was one of the first businessmen to say that was a waste of time (truee!)  The customers today don’t always know what they want, especially if it’s something they’ve never seen, heard, or touched before. When it became clear that Apple would come out with a tablet, many were skeptical.  When people heard the name (iPad), it was a joke in the Twitter-sphere for some days.  But when people held one, and used it, it became a ‘must have.’  They didn’t know how they’d previously lived without one.  It became the fastest growing Apple product sold in its history.  SJ (and the Apple team) trusted himself more than others.  Picasso and great artists have done that for centuries.  Now, SJ was the first in the business!

3. Never fear failure – SJ was fired by the successor he picked.  It was one of the most public embarrassments of the last 30 years in business.  Yet, he didn’t become a venture capitalist never to be heard from again.  He didn’t start a production company and do a lot of lunches.  He picked himself up and got back to work following his passion.  Eight years ago, he was diagnosed with pancreatic cancer and told he only had a few weeks to live.  As Samuel Johnson said, there’s nothing like your impending death to focus the mind.  Here’s a peek from SJ’ 2005 Stanford commencement speech:

“No one wants to die. Even people who want to go to heaven don’t want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life’s change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary. “(SJ)

Think about it !

4. You can’t connect the dots forward – only backward – This is another gem from the 2005 Stanford speech.  The idea behind the concept is that, as much as we try to plan our lives ahead in advance, there’s always something that’s completely unpredictable about life.  What seems like bitter anguish and defeat in the moment — getting dumped by a girlfriend, not getting that job at McKinsey, “wasting” 4 years of your life on a start-up that didn’t pan out as you wanted — can turn out to sow the seeds of your unimaginable success years from now.  You can’t be too attached to how you think your life is supposed to work out and instead trust that all the dots will be connected in the future.  This is all part of the plan.

“Again, you can’t connect the dots looking forward, you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.”

Source 🙂

Dear DOers

Happy New Year 2013!!! It’s been a while since the last I’ve wrote and you don’t know how happy I am being able to write my blog again here and since it is the first day in 2013 (^,^) let’s skip a bit, here I am!

A perspective once I knew was the sky is the limit, but thanks to the help of technology now a days a human mind have been through such a revolution by going beyond, starting people from zero to become someone respected, heroes creating history, candid the unforgettable moment, capturing moment eventually, etc etc etc is doing by someone who is able to reach the stars in the sky of the universe. I respect to all people specially the dreamers, noted that doers characters that had influenced my way of thinking including my hidden personality until now (:

2013 should be  far more better than 2012 to me and you, starts right now.  It begins with setting up our next goal, what kind of achievement we want to achieve this year. The result may vary according to the needs of every each of you plus your unique personality, here may  refer different to my own goals (:

Okay, here’s the big picture.  Let’s start setting our own mindset first to maximize our self capacity, the ability to be able to finish so many various task  given to us in anywhere, any places you fit in now. Let’s make this three meaningful word (mindset, capacity and ability) to be more powerful, measurable  in order to get things done and said it’s done , quick! To get things done, I’ve  always keep it short, simple and sweet (:

Yours Sincerely,

 

START WIDE EXPAND FURTHER & NEVER LOOK BACK ~ Arnold Schwarzenegger

Everything is simple

“It’s complicated.” is the biggest bs excuse. But more so than a load of crap, those three little words are toxic. They have the power to  lead our minds into a rabbit hole of inevitables. Once our brains go down that path, it’s over. We sit, ponder and get stuck in our heads.. ”What if ” or “Should I” or “Could I”.

I’ve been there ..

Some of you may still be there but don’t get caught in the downwards spiral. There is always a solution all we just need is the courage to face the solution. Problems ? Sure, it is easier to say words such “It’s complicated.” and push our realities away. But take a step back, breathe and think of ways to change whatever is causing your pain.

Am I making this sound too easy? Well, it is. Everything in life basically is really simple. We are the ones who choose to make things complicated. Noted this; Things don’t change. The only thing we can change, is ourselves. And by changing ourselves, we become a solution and while we work towards solving the problem, things change: We change. I bet, nothing that can be more simply simple as that.

These are lessons I picked up along the way, but a dying parent had the most significant impact. My mother passed away from cancer in 2007. There is no solution to a dying parent – especially when they are diagnosed with a terminal illness. What I did do and still do on a daily is tell myself how grateful I should be that with my mother’s death, she left behind wisdom that takes people a life time to learn: life is too short.

So change yourself. Your situation. Do something. Change something. We only have one life.

Where there is a will, there is always a way, giving the right approach and with time, there is always an answer to problems.

We are not genius mathematicians but we are humans. Take any lessons, you get left behind. Don’t waste precious time. Train the brain to approach things head-on and as soon as you empower yourself with the comfort of knowing that everything will work out and things do get better, you will find the courage to simplify yourself and your life.

Here’s a challenge. The next time you find yourself in your head, try thinking as Bill Gates does:

  1. Prioritize
  2. Ask smarter questions
  3. Make data-driven decisions
  4. Divorce your ego
  5. Frame the problem
  6. Get perspective on the problem
  7. Model the problem
  8. Think of the system and the ecosystem
  9. Think of the problem over time
  10. Think strategically

With that, I leave you with words from the great Steve Jobs, who keeps me practicing what I preach:

“Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything, all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked.

Jurnal Perjalanan Wanita di Media Telekomunikasi

Tanpa disadari media massa  dan perkembangannya telah menjadi fenomena disekitar kita dan membuat diri kita tergesa-gesa mengikuti perkembangan yang ada di sekitar kita. Ketergesaan yang diburu oleh mesin waktu yang telah membuat kita jarang duduk terdiam dan mempertimbangkan semua hal yang logis. Sebuah pertanyaan inti muncul di benak pikiran saya dan merupakan  PR [pekerjaan rumah] pribadi yang perlu saya cari dan telaah jawabannya adalah, “Apakah praktek komunikasi atau praktek media massa yang sekarang terjadi menuju pada arah peningkatan nilai nilai martabat manusia atau individual, atau justru sebaliknya dimana hal ini justru mendegradasi [menurunkan] nilai nilai  martabat manusia atau individual tersebut?” Jawabannya tidaklah mudah ada unsur pro dan kontra termasuk didalam nya.

Menyambut hari Komunikasi Sosial Dunia tangga 23 bulan Mei setiap tahunnya, misalnya saja, tahun 2009, ada pesan pada hari Komunikasi Sosial tentang, “Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan.” Sejarah ilmu komunikasi menunjukkan bahwa bidang ini sebenarnya masih bidang yang baru dikenal pada paruh kedua abad 20, tepatnya pada tahun 1960an, selepas masa Perang Dunia II. Baru setengah abad sejak kemunculan ilmu komunikasi sebagai bidang studi, praktek dalam bidang industry media telah berkembang dengan demikian pesat. Tidak ada diantara kita, bahkan hampir semua makhluk manusia atau individual ini yang tidak menggunakan alat-alat komunikasi. Sebut saja seperti suratkabar, majalah,radio,televisi,internet, ataupun penggunaan alat telekomunikasi seperti telepon,telepon seluler atau telepon cerdas apalagi kepintaran manusia dalam menggunakan  sistem komunikasi baru berupa aplikasi situs jejaring sosial facebook,twitter dan lainnya yang sejenis, khusus yang terakhir mengenai keberagaman teknologi aplikasi [baca:Apps] sebagai trend setter baru di  ilmu komunikasi , saya bercita cita untuk dapat belajar menulis hasil penelitian sendiri suatu saat, semoga bisa dapat terlaksana jika waktu mengizinkan.

Selanjutnya dari kacamata pribadi  mencoba melihat sejenak apa yang sedang terjadi di Negeri ini dalam kaitannya dengan penggunaan alat-alat komunikasi tersebut diatas. Tidak sampai dalam hitungan abad, cukup dalam waktu satu siklus windu umur pribadi saya saja jumlah total stasiun televisi sudah lumayan bertambah banyak dan menjamur hampir di seluruh wilayah Negeri ini dan sebagian hanya dapat dinikmati di masing masing wilayahnya saja ditambah televisi terestrial [gratis] nasional, televisi berlangganan skala nasional dan non nasional dan juga televisi berjaringan. Saya melihat dan merasakan arus informasi yang mengalir sangat kuat,  bagaikan tragedi banjir, kejadian ini saya ibaratkan sebagai fenomena media massa, bayangkan  ibarat pusat mata air yang terbuka  seluas-luasnya, air mengalir sangat deras sehingga banjir mengguyur seluruh makhluk manusia atau individual di Negeri ini beserta seluruh isinya, sehingga tak dapat dihindarkan lagi bahwa komunikasi dan informasi, sebagai salah satu isinya telah menjadi suatu industri dan menjadi salah satu tumpuan hidup dari jutaan manusia atau individual di dalamnya.  Masa depan peradaban manusia untuk saat ini kelihatannya sangat tergantung pada industri yang satu ini. Apakah benar demikian keadaan komunikasi yang kini sedang terjadi? Sampai ide ini saya tulis saya belum menemukan jawaban yang tepat dan apakah diantara kita sudah melihat hal tersebut diatas membawa  mamfaat atau dampak kebaikan atau keburukan terhadap sesama manusia khusus di Negeri ini ?

[sumber :]

Masih Ada Ruang untuk Bisnis Satelit

Teknologi satelit di Indonesia terus berkembang seiring dengan teknologi ICT [Information and Communications Technology] yang semakin maju, terutama pada aspek segmen ground dan aplikasi. Penggunaan infrastruktur satelit oleh perusahaan maupun instansi pemerintah yang tersebar di seluruh wilayah negeri ini masih dirasakan lebih efektif dan efisien dibanding penggunaan melalui teknologi microwave maupun jaringan kabel. Walaupun jaringan terestrial seperti layanan Fiber Optic dan Broadband Wireless sudah menyebar di negeri ini namun jasa layanan basis teknologi satelit masih dianggap sebagai kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung ekonomi, aksesibilitas dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kawasan asia pasifik.

Dalam rangka mendukung USO [Universal Service Obligation] yang diresmikan di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2003, dimana garis besar konsep USO adalah memberikan setiap orang dalam suatu kelompok masyarakat akses terhadap medium komunikasi seperti telepon publik dan lain lainnya yang tidak harus tersedia di rumahnya masing masing, dan akses ini dapt diperoleh melalui fasilitas komunikasi umum ataupun kios telekomunikasi sejenis lainnya. Yang lebih menarik lagi selain berkewajiban menyediakan fasilitas telekomunikasi, USO juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, terutama pengembangan sumber daya manusia dalam aspek pendidikan dan kesehatan. Layanan satelit yang mendukung program USO dapat membantu menghilangkan kesenjangan sosial dan ekonomi antara information rich dan information poor.

Salah satu program The Asia Pacific Satellite System [APSAT] yaitu The role of Satellite Communications to Support USO, yang bertujuan untuk menganalisa kesempatan dan tantangan dalam industri satelit, kondisi pasar satelit, kegunaannya di kawasan Asia Pasifik, terutama Indonesia serta trend dan strategi untuk memberikan layanan komunikasi satelit untuk memenuhi segala macam kebutuhan khususnya komunikasi wilayah regional maupun daerah daerah terpencil. Program tersebut diatas didukung oleh Asosiasi Satelit Indonesia [ASSI] beserta seluruh stakeholdernya.

Untuk menerapkan USO tersebut Indonesia memang masih membutuhkan layanan satelit yang memiliki coverage yang lebih luas untuk menjangkau wilayah pedesaan yang kondisi geografisnya unik dan menghadapi tuntutan kebutuhan telekomunikasi sertajasa layanan siar atau broadcasting. Oleh karena itulah secara khusus masih ada ruang untuk pertumbuhan bisnis satelit di Indonesia dan membutuhkan kerjasama khusus ataupun kolaborasi secara non profit antar pelaku bisnis dalm industri satelit untuk mendukung perkembangannya kedepan bagi para pelanggan .

[sumber:]